Tuesday, January 28, 2025

The Enemy Within (Musuh dalam Diriku)

RESUME

Judul: Musuh dalam Diriku

Pengarang: Kris Lundgaard

Dosa adalah musuh Allah dan jiwa, ia menjadi bagian dari manusia yang biasa disebut kedagingan. Empat kunci kebenaran dosa berdiam dalam diri manusia adalah pertama dosa yang hidup dalam diri  bekerja sebagai sebuah hukum, ia bekerja dalam kecendrungan kita serta menarik kita untuk tunduk kepadanya, ke-2 kita bisa menemukan hukum dosa ini dalam diri kita, ke-3 kita dapat menemukan hukum dosa ini pada saat kita berada dalam kondisi kita yang terbaik, contohnya ketika kita ingin melayani Allah, dosa sangat mengganggu karena tidak menyetujuinya dan ke-4 hukum dosa ini tidak pernah berhenti bekerja, ia terus berperan melawan keinginan orang percaya untuk menyenangkan Allah. Mengerti kebenaran ini kita bisa mempersenjatai diri kita untuk melawannya. Hukum dosa ini dalam orang percaya sama seperti seekor badak yang mendorong kita kesana kemari dengan memotivasikan kepatuhan kita upah-upah yang dijanjikannya adalah kesenangan duniawi.

Tempat bersembunyinya dosa adalah hati yang tah terselidiki dan penuh kelicikan yang diibaratkan seperti rumah berhantu yang menyimpan sesuatu yang tidak kita ketahui dan mematikan. Ia membiarkan kita beristirahat cukup lama dan berpikir bahwa ia telah pergi untuk selama-lamanya kemudian secara tiba-tiba ia menyerang kita kembali.

Cara kerja dosa adalah melalui pencobaan, pencobaan memiliki 5 tingkat yaitu menyeret pergi (akalbudi), memikat (afeksi), membuahi dosa (dalam kehendak), kelahiran dosa (perbuatan, perkataan dan pikiran) serta maut oleh dosa (kematian rohani).

  1. Cara dosa menyeret  akalbudi adalah membuat kita meremekan dosa, mengusir semua pikiran mengenai Allah bahwa kita diselamatkan untuk menjadi kudus, hanya memikirkan pemulihan atas dosa serta menyelinapkan keduniawian dalam akal budi sebagai suatu keharusan. Sehingga untuk melindung diri dari tipu dayanya adalah memusatkan akal budi pada keberdosaan dosa yaitu terus berpikir betapa jahatnya dosa itu dan anugerah Allah yang terus berusaha membawa kita kembali pada-Nya. Alat-alat yang diberikan kepada akal budi untuk melakukan hal ini adalah meditasi dan doa pribadi. Ketika kita gagal, maka kedagingan bekerja pada tingkat yang selanjutnya.

  2. Cara dosa mengait afeksi kita adalah dengan pencobaan yang tiba-tiba sampai kita tidak mempunyai waktu untuk memikirkan akibat-akibatnya serta menangkap imajinasi kita. Ketika imajinasi tidak dapat menghentikan gambar-gambar jahat yang diberikan oleh kedagingan maka kita telah terkait. Oleh karena itu kita harus menjaga afeksi terhadap 2 hal yaitu objek dari afeksi dan kekuatan dari afeksi yang tepat. Objek dari afeksi adalah apa yang mejadi pusat perhatian dan kekuatan dari afeksi adalah adalah isinya, yaitu dengan salib Kristus.

  3. Setelah afeksi terpikat maka kehendak menyatakan persetujuannya. Ada dua jenis persetujuan terhadap dosa yaitu melakukan dosa dengan sepenuh hati atau mutlak serta dengan keenggangan atau telah melakuakan dosa dan membenci apa yang lakukan itu. Cara–cara kedagingan melakukan kerjanya yaitu lewat Firman yang diputar balikan, standar ganda untuk menilai sesuatu dan membenarkannya, menutup-nutupi diri kita dari kehendak Allah dan membujuk kita untuk tidak mengkwatirkan dan menghiraukan Firman dan Roh. Dosa bekerja dengan begitu hebatnya dalam tubuh manusia ia tau bagaimana memakan kasih yang ada dalam diri kita, akan membuat urusan agama menjadi urusan formal, memberikan kita jejak kecil yang memikat untuk mengikutinya, merubah pandangan kita terhadapa dosa dan membuat kita memiliharanya, membesarkan kepala kita dan mengecilkan hati kita, membuat kita melakukan kehendak kita sendiri, memberi kita alasan untuk mentolerir dosa-dosa kita sehingga semuanya itu dibuahi dalam sebuah kematian rohani.

Cara-cara manusia untuk menghancurkan musuh itu adalah 

  1. Hati yang direndakan oleh keagungan Allah. Artinya hati yang merendakan dirinya, memiliki keheningan hati ketika memikirkan tentang kebesaran Allah, hati yang membutuhkan-Nya serta ibadah yang penuh rasa takut, dosa tidak dapat bernapas didalam atmosfer yang penuh dengan rasa takut dan hormat akan Allah.

  2. Harus tau membedakan penghiburan dari Allah dan damai murahan dari kedagingan. Beberapa tanda yang dapat membedakannya adalah penghiburan Allah ada ketika kita mencari Allah untuk mendapatkan kesembuhan dan kedamaian hati tetapi damai dari kedagingan adalah membuat kita tidak membenci dosa yang melukai kita. Damai kedagingan adalah ketika kedamaian datang hanya dengan logika, ketika memperlakukan damai sejaterah sebagai hal yang sepele dan memperlakukan kedamaian bersifat selektif.

  3. Memiliki iman yang super, cara menggunakan iman adalah mengisi jiwa dengan pemikiran tentang tujuan kematian Kristus, seperti bermeditasi mengenai salib untuk melihat kebusukan dosa kita dan kepenuhan kasih Kristus. Kedua adalah dengan iman harapkan bahwa pertolongan akan datang dari Kristus dan percaya penuh bahwa dia akan terus bersama kita. Ketiga adalah pusatkan iman khususnya pada kematian, darah dan salib Kristus. Ketika sarana anugerah ini dilakukan maka kita juga harus ingat juga bahwa Roh Allah bekerja pada setiap bagiannya. Rohlah satu-satunya yang meyakinkan kita tentang bahaya dosa, membukakan dan mengajarkan kepenuhan Kristus bagi pelepasan kita, meneguhkan hati didalam pengharapan akan pertolongan dari Kristus, menanamkan salib didalam hati kita dengan kuasa-Nya untuk membunuh dosa sebab Allah tidak hanya berkenan meyelamatkan manusia dari neraka tetapi juga mempermuliakan manusia bersama dengan Kristus dengan membuat kita menyerupai-Nya.

Dari buku ini saya mendapat banyak hal diantaranya mengenal musuh dalam diri dan diperlihatkan bagaimana musuh itu dengan giat bekerja untuk berotoritas atas saya. Ternyata saya dulu hidup dengan mendukakan Allah, dan hidup dibawah jajahan hukumnya. Otoritas dosa itu seringkali memberikan alasan-alasan untuk menghormati dosa saya misalnya dosa selalu memberikan alasan bahwa tidak perlu ke Gereja karena Tuhan pun mengerti kalau saya sedang lelah. Sehingga saya merasa bahwa dosa-dosa kecil itu pasti di toleransi oleh Allah. Hal-hal yang selama ini tidak dianggap dosa oleh saya justru menjadi terowongan bagi musuh untuk mempengarui saya. Saya menjadi sadar kalau memang dalam hari-hari hukum dosa itu menguasai saya, membuat saya tidak pernah berpikir tentang Kristus, membuat dan menjadikan ibadah-ibadah hanya sebagai ritual biasa, selalu membuat saya asyik dengan leptop sehingga mengundur-undur saat teduh dihadapan Allah, selalu memberi alasan bahwa hal-hal diatas bukanlah sebuah dosa sehingga saya boleh menikmatinya.

Dalam kondisi sadar atau tidak sadar dosa terus mempengarui manusia dan manusia setiap hari sesungguhnya berperang melawan dosa. Manusia sering hidup seperti orang yang tidak dimenangkan karena manusia tidak mengerti peperangan dan tidak tau kalau dalam dirinya ada peperangan rohani antara keinginan daginnya dengan keinginan Roh. Dosa sering bekerja dengan mudah dalam diri manusia karena ia tau cara-cara terbaik untuk merasuk manusia sehingga jika manusia hanya mengadalkan dirinya sendiri, merasa tidak membutuhkan Allah dan Firman-Nya untuk sebuah pertumbuhan rohani maka manusia akan diperbudak dibawah hukum dosa.

Saya menjadi tau buruknya dosa saya, yang ditanggung oleh Kristus, dan mengapa penyelamatan itu harus lewat kematian dan harus Allah sendiri yang melakukannya. Pada tubuh yang lama benar-benar dosa berkuasa sehingga tidak mungkin saya bisa menyelamatkan diri sendiri. Saya bersyukur Allah dalam Yesus Kristus telah melakukan bagi saya apa yang tidak mampu saya lakukan. Dia mati diatas kayu salib untuk menghancur hukum dosa itu dan menjadikan saya tuan atas hukum dosa, sehingga dalam buku ini saya dijelaskan tentang cara-cara untuk melawan dosa yang tetap bertitik pada Alkitab. Dengan mengerti akan hal ini membantu saya untuk pekah terhadap dosa, membantu membenci dosa saya, dan terus merenung kasih Kristus dalam hati saya, karena dengan menyediakan waktu untuk merendakan diri dihadapan Allah dan memenuhi pikiran dengan salib  dan kebangkitan Kristus membuat dosa tidak mampu bertahan dalam pikiran saya.

Seluruh manusia dan saya pada hakekatnya tanpa mengetahui jahat dan kejamnya dosa itu maka sesungguhnya tidak juga mampu untuk tau dan menghargai pengorbanan Kristus diatas kayu Salib. Tanpa tau tentang betapa buruknya dosa itu bekerja dan apa yang hilang dari diri manusia akibat hukum dosa maka Salib tidak memiliki signifikansi dalam hidup saya. Jadi saya bersyukur dalam buku ini mengeksposisikan betapa buruknya dosa itu berkuasa dan secara tidak sadar menjadi teman saya, dan memuat konsep-konsep dosa yang sangat relevan dengan kehidupn saya yang secara sadar atau tidak sering saya tolerir dalam hidup.


No comments:

Post a Comment

DEVOTION “The Pilgrim’s Progress” 

Day 2     Nasihat supaya bertekun dalam iman   12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi , bagaikan awan yang mengelilingi kita , m...