Monday, May 26, 2025

DEVOTION “The Pilgrim’s Progress” 


Nasihat supaya bertekun dalam iman 

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 

 

Poin yang dapat dipelajari dari Ibrani 12:1-2 sebelum memahami penggambaran kehidupan Kristen dalam buku The Pligrim’s progress adalah 

 

  • Orang Kristen didesain untuk sebuah perlombaaan atau ziarah yang diwajibkan bagi dirinya (ayat 1). Mengapa diwajibkan? Karena kehidupan manusia dalam dunia hanya memiliki dua pilihan yaitu terpaku dengan segala tawaran dunia ini dan binasa atau menyadari kerusakan dunia ini dan mengerti kebutuhan untuk bersandar pada Tuhan. 
  • Perlombaan atau ziarah ini tidak diinstruksikan kepada kita saja tapi setiap orang percaya (ayat 1). Pasal 11 memberikan kepada kita deskripsi tentang orang-orang yang telah menyelesaikan perlombaan mereka pada masa PL. Mereka telah menjadi saksi bagi perjalanan iman kita. Bahkan perjalanan ini diambil oleh Tuhan Yesus sendiri untuk menyelesaikan keselamatan kita. Bedanya dengan perlombaan kita adalah kita bukan berlomba untuk menyelesaikan keselamatan kita melainkan respon kita terhadap keselamatan yang telah Tuhan Yesus kerjakan. Tuhan Yesus telah mengerjakan perlombaan-Nya dengan sempurna. Ia taat sampai mati sehingga dengan memandang kepada Yesus dan bergantung kepada tuntunan Firman-Nya, kita dapat menyelesaikan perlombaan iman kita dengan baik (ayat 2). 
  • Ini bukan sebuah perlombaan atau ziarah agar mendapatkan keselamatan melainkan ini adalah ziarah anugerah. Mengapa Karena hanya bisa diresponi dan dikerjakan dengan tuntas oleh orang-orang yang diterangi firman. Jika seseorang tidak dipilih dalam ziarah atau perlombaan ini, sekalipun ia diajak, ia akan menolak. Ini bukan perjalanan untuk mengukur kelayakan kita, namun untuk membuktikan bahwa untuk sampai pada kota surgawi kita hanya bergantung kepada kasih karunia Tuhan. Kesempurnaan iman sebagai orang Kristen sejati ditandai dengan sikap hidup bergantung penuh kepada anugerah dan bimbingan ilahi (Divine Guidance) dalam setiap perjalanan dan keputusan yang diambil. Banyak orang yang diizinkan mengikuti ziarah ini seolah-olah meraka adalah orang pilihan. Tetapi ternyata mereka tersandung oleh rupa-rupa kecemaran.  

Selama 4 hari ke depan kita akan belajar dari alegori (gambaran) John Buyan dalam bukunya The pilgrim”s Progress. Hari pertama kita akan belajar dari tujuh bab pertama yakni: Kota Kehancuran, Obstinate dan Pliable, Lumpur Keputusasaan, Tuan Bijaksana yang Duniawi, Pintu Gerbang yang Sempit, Rumah Sang Penafsir, dan Salib. Waluapun akan sulit untuk menjabarkan ratusan halama yang berisi begitu banyak makna, pelajaran yang begitu indah dan instruktifgambaran surgawi dalam gaya yang begitu murni dan manis, dan dengan daya tarik yang begitu menggetarkan, namun kiranya melalui devosi yang singkat menolong kita memberikan gambaran-gambaran sederhana mengenai apa yang dimakasudkan Alkitab tentang ziarah atau perlombaan iman dari seorang Kristen sejati 

 

  • Orang Kristen sejati melihat dirinya, sesamanya, dan dunia ini dengan terang Firman, Filipi 3:7-8 (Bab 1). 

  • Bab 1--> Memberikan gambaran bagaimana Kristian terganggu dengan kebenraran bahwa semua manusai dan dunianya telah berdosa dan akan dihancurkan. Serta satu-satunya jalan untuk selamat adalah berlari menuju sorga. 

  • Hal ini bukan berarti kita harus membenci dunia, pasif, dan melarikan diri dari dunia ini secara fisik dengan bertapa dll. Makna dari alegori ini adalah walaupun kita diutus ke dalam dunia ini tapi kita bukan warga dunia ini. Kita harus terus melawaan godaan dunia dengan iman yang tertuju kepada Kristus dan kota surgawi. 

  • Seperti Kristian, kita butuh Firman untuk mengenal kebinasaan besar yang akan menimpa dunia ini serta harapan yang disediakan. 

  • Setiap orang percaya yang diterangi Firman akan tau bahwa ia dan semua manusia adalah berdosa, dunia ini berdosa, serta Allah akan menyatakan penghakiman-Nya atas dosa tersebut. Satu-satunya jalan keluar dari murkah itu adalah melihat kepada Kristus. Bagaimana dengan kita?  

  • Orang Kristen sejati menganggap serius iman dan perintah Firman Tuhan, walaupun konsekuensinya adalah penolakan keluarga dan cemooh sahabat/tetangga, Matius 10:37-39 (bab 2). 
  • Bab 2 --> Memberikan gambaran bagaimana Kristian menggap serius iman dan firman Tuhan Yang ia baca. Ia mempercayai dan melakukan apa yang ia percayai. 

  • Bagaiaman dengan kita? Apakah kita merasa serius dosa dosa penghakiman yang akan Allah nyatakan akhir zaman? 


  • Orang Kristen sejati harus menyadari kejatuhanya dalam rawa dosa yang menjijikan dan tau bahwa tanpa Tuhan yang menolong maka ia akan mati, Mazmur 40: 1–2, (Bab 3). 
  • Rawa menjadi gambaraan penderitaan terbesar pertama Kristian dalam ziarahnya menuju Kota Sorgawi. Hal ini memberikan kepada kita sebuah gambaran bahwa kita harus menghadapi rasa malu dan kejahatan dosa kita terhadap Tuhan dalam perjalanan kita menuju Salib.  

  • Kita harus tau bahwa dengan usaha kita untuk keluar hanya membuktikan bahwa kita semakin tenggelam. Satu-satunya yang mampu mengangkat kita dari keputusasaan dosa adalah pertolongan Tuhan.  

  • Bagaimana dengan kita? 


  • 4. Orang Kristen sejati harus menjauhi hikmati duniawi karena itu adalah kebodohan, 1 Korintus 2:5 (Bab 4). 
  • Kristian tidak dibawa dekat kepada salib melalui hikmat dunia. Ia justru dibawa menjauhi salib. Hikmat dunia justru meredefiniskan Tuhan atau bahkan tidak mengenal Tuhan. Mengajarkan kita hal-hal yang bertolak belakang dengan kebenaran. 

  • Contoh tawaran hikmat duniawi bagi Kristian: Alkitab adalah buku yang kuno dan tidak layak dipercaya, apa yang tidak bisa diubuktikan secara kasat mata tidak bisa dipercaya sebagai nyata, manusia dapat menyelesaikan masalahnya sendiri, dan berbuat baik dapat menghapus dosa.  

  • Apa contoh tawaran hikmat dunia bagi kita 


  • Orang Kristen sejati harus mengakui esklusivitas Yesus sebagai satu-satunya pintu menuju sorga, Yohanes 10:9 (Bab 5). 
  • Gerbang ini tidak lain adalah Kristus sendiri seperti yang dijelaskan kepada Kristian.  

  • Walaupun Gerbang ini sempit, sulit, ada penderitaan, namun inilah satu-satunya jalan menuju kehidupan. Gerbaan ini dibukakan bagi setiap orang yang mengetok dan membutuhkan pengampunaan serta kelegaan. 

  • Melalui pintu ini manusia masuk ke dalam kasih karunia dan belas kasihan Allah, dan menemukan pengampunan melalui iman dalam darah-Nya dan hidup dalam pengharapan akan hidup kekal. 

  • Bagaimana dengan kita? 


  •  Orang Kristen sejati membutuhkan firman Tuhan dan Roh Kudus untuk perjalanannya (Bab 6). 
  • Rumah sang penafsir menggambarkan firman Tuhan, sedangkan sang penafsir menggambarkan Roh Kudus.  

  • Apa yang disampaikan oleh sang penafsir sangat menolong Kristian dalam perjalanannya. Sang penafsir mengajarkan kepada Kristian untuk mengenal pendeta yang sejati, dosa yang tidak bisa diselesaiakan oleh hukum taurat melainkan injil, kelahiran kembali, dll. 

  • Bagimana dengan kita? Apa yang menjadi sandaran kita dalam perjalan hidup ini? 


  •  Orang Kristen sejati membawa bebannya dan menyadari kelepasan hanya pada salib dan kubur Yesus Kristus, Kolose 1:20. (Bab 7) 
  • Salib dan makam menunjukkan pekerjaan Yesus Kristus dalam penyaliban dan kebangkitan-Nya. Di sini, di kayu salib, Sang Peziarah menemukan kelegaan. 

  • Ketika Christian terkagum-kagum dengan sukacita dan kedamaian yang ia temukan ketika merenungkan kematian dan kebangkitan Kristus, tiga Yang Bersinar datang kepadanya. Tiga Pribadi yang bercahaya itu menggambarkan pekerjaan Allah Tritunggal dalam hati seorang pendosa yang diselamatkan oleh kasih karunia. 

  • Berlutut pada saliblah yang memberikan orang percaya Jubah baru sebagai tanda pembenaran di dalam Kristus, Sebuah gulungan yang harus ia bawa dan serahkan di Kota Surgawi tanda keyakinan hidupnya dan penerimaan di tempat yang diinginkan dan Sebuah tanda di dahinya sebagai segel pengesahan 

  • Sudahkah kita merasakan keajaiban salib yang memberikan kelegaan bagi kita? 

 

Dalam tujuh bab ziarah ini, kita melihat bahwa perjalan ini dimulai dengan keaktifan Allah. Namun disis lain Allah juga menginginkan respon dari orang percaya. Ia beranugerah menerangi hati kita dengan firman, menarik kita dari lumpur dosa kita, membawa kita kembali dari penyimpangan kita, membukakan pintu, memberikan Roh penerjemah, dll. Namun dilain sisi Ia juga menunggu kita untuk berteriak meminta tolong, menutup telingga kita dari godaan dunia, mengarahkan langkah kita untuk tidak menengok ke belakang, dan kerendahan hati untuk mengetok pintu dan meminta 

   

 

PERTANYAAN REFLEKSI: 

  1. Mengapa perjalan Ziarah atau iman adalah perjalanan anugerah? 

  1. Apa yang menjadi kunci kesuksesaan perjalan ziarah orang Kristen? Mengapa? 

  1. Apa saja bentuk tawaran hikmat dunia yang membuatmu membelok dari perjalanan imanmu? Jelaskan! 

  

No comments:

Post a Comment

DEVOTION “The Pilgrim’s Progress” 

Day 2     Nasihat supaya bertekun dalam iman   12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi , bagaikan awan yang mengelilingi kita , m...